Malang – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, suasana religius semakin terasa di Lapas Kelas I Malang. Warga binaan tampak memadati Masjid At-Taubah untuk menunaikan rangkaian ibadah malam mulai dari salat tarawih, salat sunnah, hingga tadarus Al-Qur’an(12/03). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya warga binaan dalam memburu keberkahan malam Lailat Al-Qodar atau Lailatulqadar yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Dengan penuh kekhusyukan, mereka memanfaatkan waktu malam Ramadan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Petugas pengamanan dan pembinaan turut mendampingi jalannya kegiatan agar ibadah berlangsung tertib dan khidmat. Semangat spiritual yang tercermin dari antusiasme warga binaan ini menjadi gambaran kuatnya pembinaan kepribadian di Lapas Malang.
Kegiatan ibadah malam di Masjid At-Taubah berlangsung dengan suasana yang khusyuk dan penuh kebersamaan. Setelah salat tarawih berjamaah, warga binaan melanjutkan dengan berbagai amalan sunnah seperti salat malam dan tadarus Al-Qur’an secara bergantian. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, menciptakan suasana yang menenangkan sekaligus sarat makna di tengah suasana Ramadan. Momentum sepuluh malam terakhir ini dimanfaatkan warga binaan untuk meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk refleksi diri dan penguatan spiritual. Bagi mereka, Ramadan menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri serta menata kembali kehidupan yang lebih baik di masa depan. Kebersamaan dalam ibadah juga mempererat hubungan antarwarga binaan dalam suasana yang penuh nilai religius.
Kalapas Malang, Teguh Pamuji, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum penting bagi warga binaan untuk memperbanyak amal ibadah dan memperkuat keimanan. Dalam salah satu kesempatan saat mengisi kultum di Masjid At-Taubah, beliau menegaskan pentingnya memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya. “Ramadan adalah momen yang tepat bagi kita semua untuk berlomba-lomba dalam ibadah, mengalahkan rasa malas yang ada dalam diri, dan memperbaiki kualitas keimanan,” ujar beliau. Teguh menambahkan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar penting dalam proses pemasyarakatan. Melalui kegiatan ibadah yang intens selama Ramadan, diharapkan warga binaan mampu membangun kesadaran diri dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semangat berburu malam Lailatulqadar dari balik jeruji ini pun menjadi cerminan kuatnya tekad warga binaan dalam memperbaiki diri melalui pendekatan spiritual.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas#SetahunBerdampak
#ImipasSetahunBergerakBerdampak
#Lapasmalang
Malang - Lapas Kelas I Malang menerima kunjungan dari Gereja Katolik Paroki Maria Diangkat ke Surga dalam rangka kegiatan buka puasa bersama dengan...
SelengkapnyaMalang – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, suasana religius semakin terasa di Lapas Kelas I Malang. Warga binaan tampak memadati Masji...
SelengkapnyaMalang – Warga binaan Lapas Kelas I Malang yang tergabung dalam Tim Kru Resik & Pramuka Pemasyarakatan L’SIMA turut ambil bagian dalam kegiatan...
SelengkapnyaMalang – Kepala Lapas Kelas I Malang Teguh Pamuji membagikan ratusan paket sayuran hasil budidaya warga binaan kepada keluarg...
SelengkapnyaMalang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kepala Lapas Kelas I Malang Teguh Pamuji mengajak seluruh jajaran pejabat str...
SelengkapnyaMalang — Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) V/3 Malang Mayor Cpm Sintong P. Hutabarat melaksanakan kunjungan perda...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari